Selasa, 8 Ogos 2017

Sebuah Renungan Kehidupan

Text: Azlinawati bt Abdullah

Bismillah
Terpandang puisi nie ..sangat dalam maksudnyer. Untuk renungan kita bersama:)

SEBUAH RENUNGAN KEHIDUPAN
Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..
Aku melihat hidup teman2ku tak ada duka dan kepedihan,
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..
Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,
Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dlm kehidupannya..
Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,
Ternyata ia hanya berbahagia dengan menerima apa adanya..
Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..
Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui..
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmat-Mu..
Bahawa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini....
Dan satu hal yang aku ketahui, bahawa Allahu Rabbi tak pernah mengurangi ketetapan-Nya.
Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan takdir Ilahi...
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain..
Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku.. Tapi rezekiku tahu dimana diriku..
Dari lautan biru, bumi dan gunung,
Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memerintahkannya menuju kepadaku...
Allah Ta'ala menjamin rezekiku,
sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..
Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja..
Kerana bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..
Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..
Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..
Mereka lupa bahwa hakikat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..
Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita,
Allah Ta'ala menaruh sekehendak-Nya..
Diulang bolak balik
7 x Shafa dan Marwa,
Tapi zamzam
Justru muncul dari kaki sang bayi, Ismail a.s.
Ikhtiar itu perbuatan..
Rezeki itu kejutan..
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakikat rezeki akan ditanya kelak..
"Dari mana dan
digunakan untuk apa"
Karena rezeki hanyalah "hak pakai", bukan "hak milik"...
Maka, aku tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain..
Bila aku iri pada rezeki orang,
sudah seharusnya juga iri pada takdir kematiannya....
Astaghfirullaah...
- C & P-
Buat Penulis Asal Semoga Sentiasa Didalam Rahmat Allah.

Tiada ulasan:

Catat Komen

AMALAN SEDEKAH

Text: Azlinawati.bt Abdullah TAZKIRAH DI PETANG HARI Saiyidina Uthman b. ‘Affan b. R.A, pada zamannya seorang businessman yang sang...